Lilypie 1st Birthday PicLilypie 1st Birthday Ticker

ASI vs Susu Formula

Komposisi ASI yang unik dan spesifik tak mungkin bisa diimbangi oleh susu formula. Apa saja sih keunggulannya?

Asal Anda tahu, setiap air susu mamalia (makhluk/binatang yang menyusui anaknya), spesifik untuk masing-masing spesiesnya. Jadi ASI manusia ya paling cocok untuk bayi manusia. Jadi, sungguh sayang bila bayi Anda tidak mendapat ASI.

Untuk lebih meyakinkan, berikut beberapa keunggulan ASI dibanding susu formula.

* Sumber gizi sempurna

ASI: Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula: Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. P erbandingan whey : casein susu sapi adalah 20:80.

* Mudah dicerna

ASI: Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang lebih 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan, antara lain lipase (untuk menguraikan lemak), amilase (untuk menguraikan karbohidrat), dan protease (untuk menguraikan protein).

Sisa metabolisme yang akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui ginjal pun hanya sedikit, sehingga kerja ginjal si kecil menjadi lebih ringan. Asal tahu saja, metabolisme ini penting karena merupakan proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi enerji, sel-sel baru, dan lain-lain.

Susu formula: Sulit dicerna karena tidak mengandung enzim perncernaan. Perlu diketahui, serangkaian proses produksi di pabrik mengakibatkan enzim-enzim pencernaan tidak berfungsi. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme, yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.

* Komposisi sesuai kebutuhan

ASI: Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Perubahan komposisi ASI ini terjadi dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Misalnya, kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal kelahiran sampai kira-kira seminggu sesudahnya) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsi optimal.

Selain itu, komposisi ASI pada saat mulai menyusui (fore milk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hind milk). Kandungan protein fore milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan hind milk (berwarna putih dan kental). Walau tampak sehat, pertambahan berat badan bayi yang hanya mendapat fore milk kurang baik. Makanya, jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.

ASI ibu yang melahirkan bayi prematur juga sesuai dengan kebutuhan bayinya. Antara lain, kandungan proteinnya lebih tinggi dan lebih mudah diserap.

Susu formula: Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).

* Mengandung zat pelindung

ASI: Mengandung banyak zat pelindung, antara lain imunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup, yang perlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Selain itu, ASI mengandung zat yang tidak terdapat dalam susu sapi, dan tidak dapat dibuat duplikasi atau tiruannya dalam susu formula, yaitu faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli .

Susu formula: Hanya sedikit mengandung imunoglobulin, dan sebagian besar merupakan jenis yang “salah” (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup

* Cita rasa bervariasi

ASI: Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Susu formula: Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.

sumber: http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Laktasi&info_id=220

MPASI, kenapa harus 6 bulan?

USUS KUAT BERKAT MAKANAN BERTAHAP

Dilarang memberi bayi makan sembarangan.

Sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berfungsi seperti sistem pencernaan orang dewasa. Sistem pencernaannya masih mem-butuhkan proses penyesuaian. Dimulai dengan proses belajar mengecap dan mengunyah, lalu menelan. Diteruskan dengan proses di dalam lambung, lalu ke usus dua belas jari, berlanjut ke usus halus untuk mentransfer sari makanan ke seluruh sel tubuh, dan ampas makanan akan mengalami pembusukan di usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan.

Poses pembelajaran sistem pencernaan dimulai sejak detik pertama kehidupan bayi di dunia. Tepatnya, saat pertama kali si kecil memperoleh ASI. Dengan ASI, proses belajar mencerna akan dilalui dengan lancar. Komposisi ASI tercipta sedemikian rupa sehingga begitu pas dengan kebutuhan bayi dan memungkinkan proses penguraian dalam sistem pencernaannya berjalan mulus. Selama itulah sistem pencernaan bayi belajar secara bertahap hingga bertambah "pandai". Apa ukuran "kepandaian" sistem pencernaan? Ukurannya adalah pertumbuhan jonjot-jonjot di dalam ususnya.

Jonjot adalah sejenis bulu-bulu halus yang ada di dalam usus dan berfungsi sebagai penerima dan penyalur pertama zat gizi yang didapatkan anak ke seluruh tubuh. Pada prinsipnya, semakin panjang jonjot maka akan semakin mampu usus bayi mengolah makanan bertekstur padat. Sebaliknya, asupan makanan dan minuman yang tepat juga menstimulasi jonjot-jonjot tersebut untuk makin bertambah panjang. Kata-kata "asupan yang tepat" itu mesti digarisbawahi karena asupan yang tidak tepat justru akan menyebabkan jonjot-jonjot usus bayi tidak terstimulasi dan bahkan dapat memberikan dampak buruk pada sistem pencernaannya.

Lantaran itu, saran dr. H. Budi Purnomo, Sp.A(K)., sebelum jonjot-jonjot usus bayi siap, jangan dulu memberinya makanan pendamping ASI (MPASI) karena ia belum mampu mencernanya. Jadi, kapan tepatnya sistem pencernaan bayi siap menerima MPASI? Dahulu, para ahli pernah mengatakan, di usia 4 bulan jonjot-jonjot usus si kecil sudah lebih panjang sehingga sistem pencernaan bayi sudah lebih siap menguraikan dan mengantarkan zat gizi selain ASI. Namun penelitian terbaru membuktikan, pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan membuat kemampuan sistem pencernaannya lebih matang dan siap untuk bekerja ekstra menguraikan makanan yang lebih padat daripada ASI. Jadi MPASI sebaiknya baru diberikan saat si kecil sudah berusia 6 bulan.

TAHAPAN MAKAN

Memperkenalan MPASI pada bayi pun mesti bertahap. Seperti apa step-step dalam menstimulasi sistem pencernaan bayi itu, berikut penjelasan dari dokter yang mendalami ilmu gastro, haepto, dan nutrisi ini:

* Lepas usia 6 bulan, bayi mulai dilatih dengan memberinya bubur susu yang diberikan selama kurang lebih 4 minggu. Perhatikan apakah dalam tahap ini bayi mengalami masalah atau tidak. Contoh, apakah si kecil mengalami kesulitan mengecap atau menelan, misalnya. Apakah fesesnya jadi keras atau tidak.

* Bila semuanya berjalan baik, si kecil bisa diperkenalkan pada tahap tim saring. Jenis makanan ini akan menstimulasi kerja jonjot menjadi lebih kuat, lebih aktif dan membuat pertumbuhannya makin sempurna.

* Menginjak 9 bulan si kecil sudah bisa makan tim kasar (tidak disaring). Makanan semipadat ini pun akan membuat jonjot-jonjot usus bayi terangsang untuk tumbuh lebih sempurna sehingga bisa mencapai ukuran jonjot manusia dewasa.

* Nah, saat bayi berusia 1 tahun, jika tidak ada masalah apa pun, anak sudah bisa dibiasakan untuk makan makanan keluarga (nasi dan lauk terpisah) karena sistem pencernaannya makin sempurna.

Adalah wajar bila dalam masa pembelajaran ini bayi mengalami kendala. Namanya juga masih belajar. Yang diwanti-wanti Budi, bila ada suatu kendala, jangan memilih untuk menyelesaikannya dengan jalan pintas. Jika si kecil tampak kesulitan menelan bubur susunya atau selalu melepehnya sehingga proses makannya jadi lama, sekali lagi ini adalah wajar. Saran Budi, jangan langsung mengganti bubur susu tersebut dengan susu formula. Solusi ini kurang bijak, sebab meski kebutuhan kalori si kecil tercukupi, tetapi sistem pencernaannya jadi tidak belajar. Rahangnya tidak terlatih untuk mengunyah makanan karena ia hanya menelan asupan yang selalu berbentuk cair. "Inilah salah satu yang menyebabkan anak mengemut makanan. Ia sebenarnya bingung harus diapakan makanan yang diterimanya ini," papar Budi. Intinya, kesabaran orangtua tetap dituntut dalam menstimulasi sistem pencernaan bayi.

Jika tahapan-tahapan stimulasi ini dilakukan dengan tepat, kesiapan dan pertumbuhan sistem percernaan bayi pun akan menjadi optimal. Dampak positifnya, kejadian-kejadian seperti sembelit, mencret, dan permasalahan perut lainnya bisa diminimalisasi.

sumber: nakita

Keunggulan ASI

Kegunaan ASI masih banyak menyimpan misteri, setiap tahunnya selalu di
temukan penelitan baru mengenai keunggulan ASI. (the baby book)

1. ASI lebih efisien dan murah.

2. ASI Eklsusif ( artinya tidak ada asupan tambahan utk bayi) mencegah
kehamilan hingga 98% selama 6 bulan setelah melahirkan.

3. Selama Pemberian ASI ekslusif, ibu tidak akan mengalami menstruasi
dan ini akan mengurangi resiko anemia pada ibu, menurut "institute of
medicine tahun 1991", jumlah zat besi yang digunakan tubuh untuk
menyusui lebih sedikit dibandingkan ketika tubuh mengalami menstruasi.

4. Anak yang diberi ASI ekslusif mempunyai IQ dan kemampuan intelektual
lebih tinggi dibanding anak yang di berikan SUSU Formula (sample pada
anak umur 7/12 sd 8 thn), semakin lama anak diberikan ASI semakin
tinggi IQnya.

5. ASI mengandung zat kekebalan yang membantu bayi melawan bakteri dan
virus, contohnya ketika bayi terjangkit kuman, otomatis payudara akan
otomatis.

memproduksi antibodi baru melalui airsusu yang di produksi, untuk
catatan Memompa Payudara tidak akan menghasilkan antibodi ini, karena
tubuh bayi tidak bersentuhan langsung dengan tubuh ibu.

6. ASI mengandung:
sel darah putih (leukocytes) yang sanggup membunuh bakteri dan virus,
Interferon sejenis protein yang berfungsi mengidentifikasi kehadiran
virus
Lusozyme sejenis ensim untuk melawan infeksi
dan masih banyak lagi zat2 berguna lainnya

7. Zat Gula (laktosa) pada ASI mampu mengurangi infeksi pada bayi dan
otak bayi membutuhkan laktosa dan galaktosa untuk berkembang.Sedangkan
Laktosa juga dibutuhkan oleh bakteri usus yang berguna (lactobacilus
bifidus) untuk berkembang.

8. Bayi sanggup mengontrol porsi makannya jika anda memberikan asi
ekslusif melalu payudara, jadi bayi tidak akan sakit kekenyangan.

9. Rata2 Bayi yang di beri ASI lebih sedikit mengalami gangguan infeksi
telinga.

10. Bayi yang di beri susu formula 4 kali beresiko lebih tinggi terkena
demam, bronitis, pneumonia dan gangguan pernafasan lainnya.

11. Gangguan Diare 3 sampai 5 kali lebih sering dijumpai pada bayi yang
di beri susu formula.

12. Radang selaput otak/sumsum tulang belakang dan infeksi saluran
kencing lebih banyak di jumpai pada bayi yang di berikan susu formula.

13. Bayi yang di berikan susu formula 10 kali lebih sering masuk dirawat
di rumah sakit karena mengalami infeksi serius di bandingkan bayi yang
di beri ASI.

14. bayi yang di berikan susu formula yang berumur 10 hari 30 kali
beresiko mengidap Neonatal hypocalcemia , yang mengakibatkan
kejang,sawan dan ayan ini karena susu formula mengandung phosphate yang
sangat tinggi

15. Susu Formula diketahui menjadi penyebab bayi yang mengidap diabetes.

16. Kanker kelenjar 5-8 kali lebih tinggi untuk bayi yang diberikan susu
formula atau bayi yang diberikan ASI kurang dari 6 bulan.

17. Pemberian ASI membantu tubuh bayi untuk mendapat kolesterol baik,
ini artinya melindungi bayi dari penyakit jantung pada saat dewasa, ASI
mengandung. kolesterol tinggi(fatty acid) yang berguna untuk bayi dalam
membangun jaringan2 saraf dan otak, Susu Sapi tidak mengandung
cholesterol.

18. Bayi yang di berikan susu formula cendrung mengidap alergi, termasuk
alergi pada susu sapi dan kedelai.

19. ASI mencegah 40% resiko Asma pada anak.

20. Bayi yang di berikan susu formula sangat tinggi resikonya terkena
ganguan pencernaan (pyloric stenosis, yang penyembuhannya harus lewat
operasi

21. Susu formula diduga menjadi penyebab beberapa penyakit berbahaya
seperti celiac http://www.celiac.com/, ulcerative
colitis http://en.wikipedia.org/wiki/Ulcerative_colitis dan Chron
http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/crohns/

22. Bayi yang di beri asi eklusif selama 3 bulan 40% beresiko lebih
rendah dalam mengidap infeksi Gastrointestinal
(http://www.kidshealth.org/teen/infections/bacterial_viral/diarrhea.html\
) dan atopic eczema (peradangan pada kulit
http://www.patient.co.uk/showdoc/23068730/) (Kramer et al., JAMA #285,
2001)

23. ASI melindungi bayi dari diarre. Diarre telah membunuh 500 bayi dan
anak setiap tahunnya di amerika serikat. ASi mengandung zat2 yang
disebut bakteria yang baik bagi pencernaan bayi yang dapat
mengurangi bakteri yang menyebabkan diare

24. ASI melindungi bayi dari penyakit langka botulism
http://en.wikipedia.org/wiki/Botulism (Arnon 1986), penyakit ini merusak
fungsi saraf, menimbulkan berbagai penyakit pernapasan, dan kelumpuhan
otot.

25. ASI membuat tulang bayi lebih kuat

26. Kematian mendadak (SIDS
http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_infant_death_syndrome ) pada bayi
lebih banyak dialami oleh bayi yang di berikan susu formula. Susu
formula sangat rendah kandungan tryptophan yang sangat dibutuhkan badan
untuk membentuk serotonin, serotonin adalah zat yang berfungsi mengatur
tidur, Penelitian pada bayi yang meninggal mendadak rata2 mempunyai zat
serotonin (yang sangat rendah pada otak.Susu ibu sangat tinggi
kandungan tryptophan. catatan: SIDS sampai sekarang masih belum
ditemukan penyebab utamanya.

27. Susu formula selalu dihubungkan sebagai salah satu penyebab autis,
keterlambatan dalam berbicara dan kesulitan belajar pada bayi.

28. ASI mengurangi penyakit gigi berlubang pada anak, (tidak berlaku
pada asi dengan botol)
Karena menyusui lewat payudara ada semacam keran, jika bayi stop
menghisap, otomatis asupan asi akan stop juga, dan tidak seperti pada
botol, jadi asi tidak akan mengumpul pada gigi dan menyebabkan gigi
berlubang

29.Susu formula kurang mengandung DHA, omega-3 dan zat2 lainnya yang
diperlukan dalam membentuk otak bayi

30. Asam amino pada ASI membantu perkembangan otak sedangkan Asam amino
pada susu formula (susu sapi) hanya membantu pertumbuhan otot dan
jaringannya

31. ASI mengandung zat mucin http://en.wikipedia.org/wiki/Mucin yang
dibutuhkan untuk mencegah penyakit pada bayi

32. SUSU formula 600 kali lebih banyak mengandung zat alumunium di
bandingkan ASI. Dalam beberapa kasus zat alumunium ditemukan 1000 kali
lebih banyak terkandung pada susu formula di bandingkan asi. alumunium
dan alzheimers :
http://www.alzheimers.org.uk/site/scripts/documents_info.php?documentID=\
99

33. Susu formula banyak mengandung logam2 berat seperi merkuri dan
timah, 20% air pencampur susu di amerika serikat terkontaminasi oleh
timah, dan jika air2 ini di rebus untuk membuat steril botol susu
ini akan lebih meningkatkan jumlah timah. Keracunan timah menyebabkan
kerusakan otak dan saraf, gagal ginjal dll

34.Banyak jenis Susu formula yang terkontaminasi oleh banyak bakteri

35. Dari 7 sampai 10 sample susu formula ditemukan dosis vitamin D yang
berlebihan, 7 sampai 10 sample mengandung 200% dosis vitamin D dari yang
tertera pada kemasan, bahkan ada yang dosisnya lebih dari 419% dari
dosis yang tertulis pada kemasan.Kelebihan Vitamin D akan menyebabkan
keracunan

36. Susu Formula mengandung
"phthalates"http://en.wikipedia.org/wiki/Phthalate (sebuah zat kimia
yang digunakan dalam industri plastik), yang jika di konsumsi akan
mengakibatkan kemandulan, kerusakan hati(liver) with the reproductive
tract, including infertility, also liver damage, and kimia ini bersifat
carcinogenic (mengandung radiasi yang menyebabkan berbagai macam
kanker).

37. Susu formula mengandung iodine dalam dosis tinggi yang akan
mengganggu kerja kelenjar thyroid(Fisher 1989)

38. Kacang kedelai hasil dari rekayasa genetika adalah bahan utama dari
susu formula dari bahan kedelai (http://www.gefoodalert.org)

39. Susu Formula mengandung glutamate http://www.glutamate.org/
(MSG-Asam amino) yang merusak fungsi hypothalamus pada otak - glutamate
adalah salah satu zat yang dicurigai menjadi penyebab autis.

40. Susu sapi yang digunakan untuk membuat susu formula kadangkala
berasal dari sapi yang telah di beri antibiotik dan BGH(bovine growth
hormone http://en.wikipedia.org/wiki/Bovine_somatotropin) hormon untuk
mempercepat pertumbuhan hewan.

41. Kandungan Susu Formula dapat berubah karena faktor pengolahan pada
waktu di produksi di pabrik dan pada waktu pengolahan ketika akan di
konsumsi oleh konsumen (contoh: air yang terkontaminasi ketika akan
mencampur susu, wadah untuk susu yang terkontaminasi,dll)

42. Komposisi ASI yang di produksi oleh tubuh ibu akan selalu sesuai
dengan kebutuhan umur bayi.
Contohnya ketika bayi terlahir prematur, ibu akan memproduksi ASI yang
mengandung protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang
melahirkan normal. Dan ketika bayi sudah mulai belajar makan, Protein
yang terkandung pada asi akan semakin tinggi tetapi volume asi pada
payudara akan menurun.

43. Kebutuhan vitamin bayi yang masih menyusui berbeda dengan bayi yang
sudah mulai belajar makan

44. ASI sangat mudah dicerna bayi, karena ASI mengandung ensim yang
membantu bayi untuk mencernanya, ASI mengandung ensim lemak yang mudah
di cerna. Zat besi pada ASI 50%-70% dengan mudah di serap tubuh bayi
dibandingkan Zat besi pada susu formula (10%) karena Susu formula tidak
mengandung ensim seperti pada ASI

45. ASI mengandung 100 komposisi yang tidak dimiliki oleh susu formula.

46. Otot2 rahang dan wajah ketika bayi menghisap puting ibu merasangsang
pertumbuhan mulut dan gigi. Menyusui dengan Botol menyebabkan masalah
pada pertumbuhan mulut dan gigi(malocclusion).

47. Aktifitas Menyusui merangsang pertumbuhan saraf2 bayi

48. Menyusui mencegah dan meringankan postpartum hemorrhage (pendarahan
pada
rahim)http://www.healthsystem.virginia.edu/uvahealth/peds_hrpregnant/pos\
tpart.cfm karena ketika payudara di hisap merangsang tubuh ibu
mengeluarkan hormon oxytocin, hormon ini berguna untuk mengerutkan rahim
hingga hampir kembali seperti seukuran semula, Setiap kali anda menyusui
dengan payudara anda akan merasakan kontraksi pada rahim, ini tanda2
hormon oksitosin sedang bekerja.

49. Menyusui melindungi ibu dari kanker payudara, semakin lama ibu
menyusui, semakin kecil seorang ibu terkena kanker payudara.
Pada Penelitian di UK, China, Jepang, new zealand dan mexico. Byers et
al. 1985; McTiernan and Thomas 1986; Furberg et al 1999, British Medical
Journal #307 1993)

50. Menyusui melindungi ibu dari kanker indung telur(Gwinn et al. 1990)

51. Menyusui melindungi ibu dari kanker leher rahim(Brock et al. 1989)

52.Menyusui melindungi ibu dari osteoporosis(Aloia et al. 1985; Koetting
and Wardlaw 1988) Setelah menyusui, kepadatan tulang ibu akan kembali
seperti sebelum hamil bahkan lebih baik (Sowers 1995)

53. Menyusui menurunkan resiko dari "hip fractures"
(http://www.mayoclinic.com/health/hip-fracture/DS00185) setelah
menopause. (Cummings 1993)

54. Menyusui Breastfeeding merubah berat yang di peroleh ketika masa
kehamilan menjadi susu, seorang ibu yang menyusui tidak perlu diet untuk
mengembalikan postur tubuh sebelum kehamilan, karena memproduksi asi
membutuhkan 600-800 kalori sehari ini sebanding dengan bersepeda pada
tanjakan selama 1 jam atau berenang 30 kali putaran

55.Prolactin (http://en.wikipedia.org/wiki/Prolactin), adalah salah satu
hormon yang di produksi ketika menyusui, kegunaan hormon ini adalah
mengurangi stres (adrenalin) (Altemus 1995) .
Prolactin dijuluki hormon keibuan "mothering hormone" dan membantu
ikatan ibu dan anaknya. Hormon prolactin ini efeknya sangat kuat, pada
penelitian , hormon ini diberikan pada ayam2 jago petarung dan ketika di
suntikkan ayam2 ini menjadi enggan untuk bertarung.

56. Pemberian Susu Formula sangat merepotkan, menghabiskan banyak waktu
untuk mencuci botol susu dan aksesoriesnya saja membutuhkan waktu 1 jam
sehari, apalagi jika jauh dari rumah dan harus memberikan susu pada
bayi, ibu akan kesulitan untuk menghangatkan susu pada botol tersebut.

57. Pemberian susu dengan payudara sangat simple, dibandingkan dengan
botol susu anda harus bangun dari tidur, menghangatkan botol dan duduk
ketika anda harus memberikan susu.

58.Bayi2 yang disusui dengan susu formula cendrung mengalami sembelit
(konstipasi), sendang kan ASI mengandung zat pencahar alami yang
membantu bayi buang air besar.

59.Bayi yang disusui lebih langsing di bandingkan Bayi yang diberikan
Susu formula cendrung obesitas(study "DARLING" pada University of
California 1992)

60.Kolostrum (air susu yg keluar pertama) sangat berguna, pada bulan
pertama pencernaan bayi belum matang , mirip seperti saringan yang
membiarkan benda asing (proten alergenik) masuk ke aliran darah bayi
yang berpotensi menyebabkan alergi. IgA (imunoglobulin) dalam ASI
menyediakan selaput pelindung yang berguna untuk menutup kebocoran dalam
lapisan usus dan mencegah lewatnya kuman serta zat2 penyebab alergi yang
tidak diundang.

61.Memberikan ASI = Mengimuniasi bayi anda setiap waktu

62.ASI mengandung lemak yang sangat baik dan mudah tercerna, Bayi2 yang
disusui ASI, mempunyai kotoran yang lembut dan bayi2 yang diberi susu
formula kotorannya bertekstur lebih kasar dan baunya lebih tidak
sedap. Ini menandakan tidak semua Zat dalam susu Formula dapat terserap
oleh tubuh bayi.

63.Penyusuan dengan Payudara, membuat ibu yang sibuk menjadi lebih
relaks dan membantu ibu2 yang mempunyai kesulitan tidur untuk relaks.

64.Penyusuan adalah latihan seorang ibu dalam membaca karakter bayi
anda. Orang tua yang mengetahui karakter/sifat anak, akan lebih mudah
untuk mendidiknya.

65.Penglihatan pada anak lebih baik pada anak yang diberi ASI.

Ref:
http://www.babyloveproducts.com/57reasons.html
http://www.askdrsears.com

Bayi ASI Sakit Juga

KATANYA ASI BIKIN BAYI KUAT....KOK SAKIT JUGA?

Ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I @ November 2007

Tentu saja bayi ASI bisa jatuh sakit. Karena bayi ASI bukan superman, juga bukan gatotkaca. Ia bisa jatuh sakit, terutama jika kondisi lingkungannya yang tidak higienis dan dilingkupi oleh orang yang sakit. Loh.....kok bisa?! Katanya ASI bikin anak gak gampang sakit? Berarti sama aja dong dg bayi susu formula? Bingung? Temukan jawabannya yuk!

ASI melindungi bayi dari serangan kuman penyakit
Mungkin banyak dari masyarakat kita yang sudah mengetahui bahwa ASI dapat memberikan perlindungan pada bayi dari seranganb berbagai kuman penyakit. Terutama jika ASI diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Tidak hanya itu penelitian Horta et al menunjukkan bahwa semakin lama anak mendapatkan ASI, maka semakin kuat sistem imun tubuhnya. Hal ini
dikarenakan ASI mengandung berbagai jenis antibodi yang melindungi si kecil dari serangan kuman penyebab infeksi. Antibodi tersebut mulai dari Immunoglobulin A (IgA), IgG, IgM, IgD dan IgE. Antibodi dalam ASI inilah yang hingga saat ini tidak pernah terdapat dalam susu formula jenis apapun. Atas dasar inilah maka badan kesehatan dunia, WHO, menyarankan
agar diatas usia 6 bl, ASI terus diberikan berdampingan dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) hingga ia berusia 2 tahun atau lebih.

Riset menunjukkan juga bahwa hingga sistem imun tubuh anak akan mencapai kematangan atau kekuatannya pada usia 5 tahun atau lebih. Hal inilah yang menyebabkan anak usia <5tahun style="font-weight: bold;">Lebih cepat sembuh dengan pemberian ASI
Begitu bayi ASI sakit, seringkali timbul keraguan ataupun mempertanyakan kehebatan ASI. Satu hal yang perlu dimengerti adalah tidak mudah sakit bukan berarti bayi ASI tidak akan pernah sakit. Berbagai kondisi dapat menyebabkan bayi ASI terkesan lebih mudah jatuh sakit. Mulai dari lingkungan yang kurang higienis hingga penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Jika lingkungan di sekitar bayi ASI relatif terjangkit suatu penyakit, maka resiko bayi ASI terpapar dengan kuman penyakit lebih besar. Jadi bukan mustahil ia bisa juga menjadi sakit. Demikian juga jika bayi ASI berada di lingkungan yang relatif tidak rasional dalam pola pengobatan. Sehingga jumlah kuman resisten lebih tinggi dan banyak. Kondisi ini juga memungkinkan bayi ASI terpapar dengan kuman tsb dan sistem imun tubuhnya harus “belajar” mengalahkan kuman tersebut dengan sakitnya.

Pemberian ASI secara signifikan terbukti membantu proses penyembuhan dan pembelajaran sistem imun tubuh anak. Dengan kata lain, jika bayi ASI sakit, ia akan lebih cepat sembuh. Saat bayi sakit, sistem imun tubuhnya berjuang untuk melawan dan mengalahkan kuman penyebab sakit. Antibodi dalam ASI, mulai dari IgA hingga limfosit dan makrofagus akan menjadi armada perang utama yang membantu sistem imun tubuh anak mengalahkan kuman penyakit. Tidak hanya itu, pemberian ASI saat si kecil sakit mengurangi rasa sakit pada anak dan menenangkan anak karena sakitnya. Ini berarti jika bayi anda sakit, jangan ragu untuk terus dan terus memberikan ASI kepadanya. Justru ASI ini lah yang akan menjadi penolong terutama saat ia
sakit.

Nah gimana ? Sudah gak ragu lagi dong dengan kehebatan ASI! Sayang superman ataupun gatotkaca tidak pernah ada. Jika ada, pasti kita akan mendengar cerita bahwa superman dan gatotkaca juga pernah sakit. Mereka juga akan cerita bahwa kekuatan mereka berasal dari ASI yang diberikan oleh ibunya. Wah hebatnya.
(Luluk)

Referensi :
- Bernardo L. Horta et al. 2007. WHO. Evidence on the long-term effects of breastfeeding : systematic review and meta-analyses WHO. 1997. Infant Feeding in Emergencies : A guide for mothers. www.who.int
- Jack Newman, MD, FRCPC. 1995. How breast milk protects newborns. Sci-Am. 1995 Dec; 273(6): 76-9
- Xanthou M. 1998. Immune protection of human milk. Biol Neonate. 1998;74(2):121-33
- Kelly Bonyata, IBCLC. 2002. My baby is sick - should I continue to breastfeed? http://www.kellymom.com/health/illness/baby-illness.html
- Kelly Bonyata, IBCLC. 2004. Benefits of breastfeeding. http://www.kellymom.com/store/handouts/newborn/bf-benefits.pdf
- Jack Newman, MD, FRCPC. 2000. You Should Continue Breastfeeding (Illness in the mother or baby).
- Mestecky, Jiri; Blair, Claudia; Ogra, Pearay L. 1991. Immunology of Milk and the Neonate. Advances in Experimental Medicine and Biology , Vol. 310

Sehat Mental karena ASI

(Diambil dari kolom Kesehatan Majalah Tempo edisi 6-12 November 2006 – Tips Hidup Sehat)

Ini satu lagi kelebihan air susu ibu (ASI). Bayi yang diberikan ASI tak hanya fisiknya yang tumbuh lebih sehat, tapi juga akan menjadi anak-anak yang lebih bahagia dengan mental yang sehat. Kuncinya, menurut tim periset dari Institut Telethon untuk Penelitian Kesehatan Bayi, Australia, adalah pemberian ASI eksklusif plus, minimum enam bulan.

“Mereka terbukti memiliki resiko lebih kecil mengidap masalah mental seperti perilaku agresif, antisocial, atau depresi,” kata Dr Wendy Oddy, anggota peneliti, seperti dilansir Pediatric News, pekan lalu.

Kesimpulan itu didapat setelah tim peneliti mengikuti proses tumbuh-kembang lebih dari 2.500 anak di Australia Barat. Riwayat perkembangan kesehatan responden diikuti secara periodic saat responden berusia 2, 6, 8 dan 10 tahun. Total, pengamatan memakan waktu 16 tahun.

Mari kita simak data kelompok bayi yang diberi ASI kurang dari enam bulan. Pada usia dua tahun, menurut riset ini, bayi pada kelompok ini memiliki 52% risiko menghadapi masalah mental. Risiko serupa meningkat menjadi 55% saat bayi pada grup ini berusia 6 tahun, dan menjadi 61% ketika mereka berumur delapan tahun.

Lalu, pada usia 10 tahun, risiko terpapar masalah kesehatan mental tercatat lebih tinggi 36% pada bayi dengan ASI yang bukan eksklusif plus. “Ini bukti bahwa faktor bioaktif ASI berperan penting dalam perkembangan otak bayi yang sangat cepat pada tahun pertama kehidupan,” kata Oddy.

Dahsyatnya ASI

Ada apa dengan Indonesia? Di negara lain bahan pengawet makanan tertentu sudah sejak lama dilarang, tetapi di sini baru belakangan ini menjadi heboh. Di negara lain ASI sudah sangat populer, tetapi di sini baru belakangan ini dipropagandakan. Akibatnya, saat ini masih begitu banyak orang Indonesia yang memandang ASI dengan sebelah mata.

Pengalaman pertama menjadi seorang ibu ternyata begitu menakjubkan! Setelah 9 bulan Grace berada dalam kandunganku, betapa trenyuhnya hatiku saat pertama kali mendengar tangisannya ketika ia meluncur keluar dari perutku.

Maka dimulailah serangkaian aktivitas sebagai seorang ibu. Karena serumah kami hanya bertiga saja tanpa ditemani orangtua ataupun mertua, kami mengurus putri kami berdua saja. Banyak sekali kekhawatiran kami dikarenakan nihilnya pengalaman sebagai ayah dan ibu baru. Kami dapat saja menelepon orangtua kami untuk bertanya ini-itu, tetapi kami mencoba berdikari dan membatasi diri hanya menelepon pada saat emergency agar tidak mengganggu kesibukan mereka.

Menyadari keterbatasan pengalaman dan pengetahuan serta didorong keingintahuan yang besar agar dapat memberikan perawatan yang terbaik bagi putri kami, saya berupaya mencari berbagai informasi dari internet. Internet benar-benar menjadi sahabat setia walau terkadang justru membuat saya bingung karena sumber informasi yang satu memberikan pendapat yang berlawanan dengan sumber informasi lainnya.

Saya dibuat takjub oleh internet ketika memperoleh banyak pengetahuan tentang ASI! Sungguh luar biasa karya cipta Tuhan yang satu ini! Tuhan bukan hanya menciptakan makhluk mungil yang lucu ini, tetapi juga memperlengkapinya dengan suplai paket makanan bergizi: ASI!

Sayangnya di Indonesia ASI masih dipandang sebelah mata. Orang-orang menganggap ASI sebagai susu “murah” yang Tuhan sediakan hanya bagi orang-orang berekonomi lemah, bertolak belakang dengan susu formula yang harganya selangit yang hanya dapat dibeli oleh kalangan ekonomi kuat. “Harga teu ngabobodo,” kata orang. Maka orang pun beranggapan kualitas ASI tidak sebaik susu formula karena ASI hanyalah “gratisan”. ASI dianggap “encer” dan tidak seperti susu formula yang mengandung vitamin ini-itu plus zat-zat ajaib yang dapat menunjang pertumbuhkembangan otak, mata, dsb.

Tahukah Anda? ASI eksklusif ternyata bukanlah anjuran para dokter puskemas kepada pasien-pasiennya yang berekonomi lemah. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah program yang dicanangkan oleh World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan internasional. Negara-negara maju malahan memberikan cuti sampai dengan 6 bulan agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Bahkan pemberian susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan merupakan hal yang terlarang.

Di Indonesia yang perekonomiannya sedang morat-marit ini susu formula justru seolah menjadi primadona. Orang berlomba-lomba membeli susu formula terbaik yang ada di pasaran. Penambahan zat ini-itu pada susu formula (AA, DHA, lutein, dsb.) dianggap sebagai penemuan-penemuan baru yang tidak mungkin terdapat di dalam ASI yang sudah ada sejak zaman Adam dan Hawa. Kalau kita perhatikan, selalu saja ada zat-zat baru yang ditambahkan dan akan selalu ada penambahan zat-zat baru lainnya. Artinya, para peneliti akan selalu mengembangkan penelitian agar dapat menemukan dan memproduksi zat-zat yang lebih baru lagi. Sebenarnya, apa yang mereka teliti untuk dapat memperoleh zat-zat itu? Jawabannya: ASI.

Sebetulnya AA, DHA, lutein, dsb. bukanlah barang baru hasil penelitian dan penemuan terkini. Justru karena keterbatasan manusialah zat-zat itu baru diketahui akhir-akhir ini. Di dalam ASI zat-zat itu sudah sejak lama terkandung, tanpa kita sadari. Artinya zat-zat yang sangat baik untuk tumbuh-kembang otak, mata, dsb. sudah secara lengkap terkomposisi di dalam ASI. Para peneliti terus-menerus melakukan penelitian terhadap ASI, menemukan zat-zat ajaib itu di dalam ASI, mencoba memproduksi sintetisnya di laboratorium, dan akhirnya menambahkannya pada susu formula buatan mereka. Namun, tetap saja masih begitu banyak zat-zat ajaib di dalam ASI yang belum berhasil diteliti atau belum berhasil diproduksi.

Mengapa susu formula untuk anak 1 tahun berbeda komposisinya dengan susu formula untuk anak 2 tahun dst.? Ternyata inspirasinya pun datang dari ASI. ASI diproduksi tubuh ibu sesuai kebutuhan bayi. Komposisi ASI ketika bayi baru lahir akan berbeda dengan ketika bayi berusia 6 bulan, dst. Bahkan komposisi ASI ketika bayi terlahir prematur pun berbeda dengan komposisi untuk bayi nonprematur. Banyak penelitian telah membuktikan kehebatan ASI. Cairan kehidupan ini ditengarai memiliki kandungan gizi, nutrisi, dan antibodi yang paling lengkap. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di 6 negara berkembang membuktikan, bayi usia 0-2 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih rentan terkena infeksi pencernaan hingga 400%!

Salah satu keajaiban ASI yang sampai saat ini belum berhasil ditiru oleh susu formula mana pun yaitu terdapatnya zat alpha-lac (alphalactalbumin) yang dapat mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker dalam tubuh anak. Bayangkan seandainya zat tersebut telah berhasil diteliti, diproduksi, dan ditambahkan ke dalam susu formula, berapa harga jual susu formula itu nanti? Namun, Tuhan memberikannya gratis bagi bayi-bayi ciptaan-Nya.

ASI adalah karunia Tuhan yang menjadi hak setiap bayi di muka bumi ini. Seorang ibu berkewajiban sekaligus berhak untuk memberikan yang terbaik bagi bayinya. Bahkan terapi bagi ibu dengan produksi ASI yang sedikit pun dibuat-Nya menjadi mudah. Hanya dengan berpikir positif bahwa dirinya sanggup memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak, sang ibu akan berhasil menjalankan tugasnya menyusui eksklusif.

MANFAAT ASI: IBU SEHAT, BAYI KUAT
Dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, sederet manfaat akan didapat oleh bayi ataupun sang ibu. Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur apa pun termasuk air bening, vitamin, dan obat. Bayi yang sakit dan terpaksa harus diberi obat berarti sudah tidak mendapat ASI eksklusif lagi. Namun, harap dipahami, pada dasarnya dalam 6 bulan pertama kehidupannya bayi yang mendapatkan ASI eksklusif secara benar kecil kemungkinannya mengalami sakit-penyakit. Zat antibodi yang terkandung dalam ASI sedemikian sempurna sehingga bisa membentengi bayi dari penyakit apa pun.

Satu hal yang harus diyakini terlebih dulu adalah tiap ibu pasti bisa memberikan ASI untuk bayinya. Tuhan Yang Maha Pemurah telah menciptakan mekanisme produksi ASI begitu rupa sehingga semua bayi pada dasarnya bisa memperoleh haknya. Kendala-kendala yang muncul bisa diatasi jika persiapan yang dilakukan dan teknik pemberiannya benar.

MANFAAT ASI BAGI BAYI
Pemberian ASI secara eksklusif (tidak dicampur apa pun selama 6 bulan berturut-turut) memberikan sederet manfaat:
* Kesehatan
Kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI tetap ampuh di segala zaman. Oleh karenanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih sehat dan lebih kuat dibanding yang tidak mendapat ASI. ASI juga mampu mencegah terjadinya kanker linfomamaligna (kanker kelenjar). ASI juga menghindarkan anak dari busung lapar, seperti yang marak belakangan ini. Komponen gizi ASI adalah yang paling lengkap, mencakup protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan zat-zat penting lain yang belum terungkap. Apalagi ASI adalah cairan hidup yang mampu diserap dan digunakan tubuh dengan cepat. Manfaat ini tetap dapat diperoleh meskipun ibunya berstatus kurang gizi.
* Kecerdasan
Manfaat berikutnya adalah mencerdaskan anak. Dalam ASI terkandung DHA terbaik selain laktosa yang berfungsi untuk proses mielinisasi otak. Seperti diketahui, mielinisasi otak adalah salah satu proses pematangan otak agar bisa berfungsi optimal. Saat ibu memberikan ASI terjadi pula proses stimulasi yang merangsang terbentuknya networking antarjaringan otak hingga menjadi lebih banyak dan terjalin sempurna. Ini terjadi melalui suara, tatapan mata, detak jantung, elusan, pancaran dan rasa ASI.
* Emosi
Saat disusui bayi berada dalam dekapan ibu. Ini akan merangsang terbentuknya EI (Emotional Intelligence). Selain itu ASI merupakan wujud curahan kasih sayang ibu kepada buah hatinya. Doa dan harapan yang didengungkan di telinga anak selama proses menyusui pun akan mengasah kecerdasan spiritual anak.

MANFAAT MEMBERIKAN ASI UNTUK IBU
* Diet alami

ASI eksklusif adalah diet alami bagi ibu. Dengan memberikan ASI eksklusif berat badan ibu yang bertambah selama hamil akan segera kembali mendekati berat semula. Naiknya hormon oksitosin selagi menyusui menyebabkan kontraksi semua otot polos, termasuk otot-otot rahim. Karena berlangsung terus-menerus nilainya kurang-lebih sama dengan senam perut. Begitu juga aktivitas bangun malam untuk menyusui si kecil yang haus dan mengganti popok basahnya yang setara dengan berolahraga. Belum lagi berbagai kegiatan yang dilakukan di siang hari seperti menggendong, memberi makan, mengajak bermain, dan sebagainya.
* Mencegah kanker
Jangan salah, ASI bisa mencegah kanker, khususnya kanker payudara. Pada saat menyusui hormon estrogen mengalami penurunan. Tanpa aktivitas menyusui kadar hormon estrogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron.
* Mengurangi risiko anemia
Saat memberikan ASI otomatis risiko perdarahan pascabersalin berkurang. Naiknya kadar hormon oksitosin selama menyusui akan menyebabkan semua otot polos mengalami kontraksi. Kondisi inilah yang mengakibatkan uterus mengecil sekaligus menghentikan perdarahan. Harap diketahui, perdarahan yang berlangsung dalam tenggang waktu lama merupakan salah satu penyebab anemia.
* Manfaat ekonomis
Dengan menyusui ibu tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli susu/suplemen bagi si kecil. Cukup dengan ASI eksklusif kebutuhan bayi selama 6 bulan terpenuhi dengan sempurna selain ibu tak perlu repot-repot mensterilkan aneka peralatan untuk memberikan susu kepada si kecil.