Lilypie 1st Birthday PicLilypie 1st Birthday Ticker

Dahsyatnya ASI

Ada apa dengan Indonesia? Di negara lain bahan pengawet makanan tertentu sudah sejak lama dilarang, tetapi di sini baru belakangan ini menjadi heboh. Di negara lain ASI sudah sangat populer, tetapi di sini baru belakangan ini dipropagandakan. Akibatnya, saat ini masih begitu banyak orang Indonesia yang memandang ASI dengan sebelah mata.

Pengalaman pertama menjadi seorang ibu ternyata begitu menakjubkan! Setelah 9 bulan Grace berada dalam kandunganku, betapa trenyuhnya hatiku saat pertama kali mendengar tangisannya ketika ia meluncur keluar dari perutku.

Maka dimulailah serangkaian aktivitas sebagai seorang ibu. Karena serumah kami hanya bertiga saja tanpa ditemani orangtua ataupun mertua, kami mengurus putri kami berdua saja. Banyak sekali kekhawatiran kami dikarenakan nihilnya pengalaman sebagai ayah dan ibu baru. Kami dapat saja menelepon orangtua kami untuk bertanya ini-itu, tetapi kami mencoba berdikari dan membatasi diri hanya menelepon pada saat emergency agar tidak mengganggu kesibukan mereka.

Menyadari keterbatasan pengalaman dan pengetahuan serta didorong keingintahuan yang besar agar dapat memberikan perawatan yang terbaik bagi putri kami, saya berupaya mencari berbagai informasi dari internet. Internet benar-benar menjadi sahabat setia walau terkadang justru membuat saya bingung karena sumber informasi yang satu memberikan pendapat yang berlawanan dengan sumber informasi lainnya.

Saya dibuat takjub oleh internet ketika memperoleh banyak pengetahuan tentang ASI! Sungguh luar biasa karya cipta Tuhan yang satu ini! Tuhan bukan hanya menciptakan makhluk mungil yang lucu ini, tetapi juga memperlengkapinya dengan suplai paket makanan bergizi: ASI!

Sayangnya di Indonesia ASI masih dipandang sebelah mata. Orang-orang menganggap ASI sebagai susu “murah” yang Tuhan sediakan hanya bagi orang-orang berekonomi lemah, bertolak belakang dengan susu formula yang harganya selangit yang hanya dapat dibeli oleh kalangan ekonomi kuat. “Harga teu ngabobodo,” kata orang. Maka orang pun beranggapan kualitas ASI tidak sebaik susu formula karena ASI hanyalah “gratisan”. ASI dianggap “encer” dan tidak seperti susu formula yang mengandung vitamin ini-itu plus zat-zat ajaib yang dapat menunjang pertumbuhkembangan otak, mata, dsb.

Tahukah Anda? ASI eksklusif ternyata bukanlah anjuran para dokter puskemas kepada pasien-pasiennya yang berekonomi lemah. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah program yang dicanangkan oleh World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan internasional. Negara-negara maju malahan memberikan cuti sampai dengan 6 bulan agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Bahkan pemberian susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan merupakan hal yang terlarang.

Di Indonesia yang perekonomiannya sedang morat-marit ini susu formula justru seolah menjadi primadona. Orang berlomba-lomba membeli susu formula terbaik yang ada di pasaran. Penambahan zat ini-itu pada susu formula (AA, DHA, lutein, dsb.) dianggap sebagai penemuan-penemuan baru yang tidak mungkin terdapat di dalam ASI yang sudah ada sejak zaman Adam dan Hawa. Kalau kita perhatikan, selalu saja ada zat-zat baru yang ditambahkan dan akan selalu ada penambahan zat-zat baru lainnya. Artinya, para peneliti akan selalu mengembangkan penelitian agar dapat menemukan dan memproduksi zat-zat yang lebih baru lagi. Sebenarnya, apa yang mereka teliti untuk dapat memperoleh zat-zat itu? Jawabannya: ASI.

Sebetulnya AA, DHA, lutein, dsb. bukanlah barang baru hasil penelitian dan penemuan terkini. Justru karena keterbatasan manusialah zat-zat itu baru diketahui akhir-akhir ini. Di dalam ASI zat-zat itu sudah sejak lama terkandung, tanpa kita sadari. Artinya zat-zat yang sangat baik untuk tumbuh-kembang otak, mata, dsb. sudah secara lengkap terkomposisi di dalam ASI. Para peneliti terus-menerus melakukan penelitian terhadap ASI, menemukan zat-zat ajaib itu di dalam ASI, mencoba memproduksi sintetisnya di laboratorium, dan akhirnya menambahkannya pada susu formula buatan mereka. Namun, tetap saja masih begitu banyak zat-zat ajaib di dalam ASI yang belum berhasil diteliti atau belum berhasil diproduksi.

Mengapa susu formula untuk anak 1 tahun berbeda komposisinya dengan susu formula untuk anak 2 tahun dst.? Ternyata inspirasinya pun datang dari ASI. ASI diproduksi tubuh ibu sesuai kebutuhan bayi. Komposisi ASI ketika bayi baru lahir akan berbeda dengan ketika bayi berusia 6 bulan, dst. Bahkan komposisi ASI ketika bayi terlahir prematur pun berbeda dengan komposisi untuk bayi nonprematur. Banyak penelitian telah membuktikan kehebatan ASI. Cairan kehidupan ini ditengarai memiliki kandungan gizi, nutrisi, dan antibodi yang paling lengkap. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di 6 negara berkembang membuktikan, bayi usia 0-2 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih rentan terkena infeksi pencernaan hingga 400%!

Salah satu keajaiban ASI yang sampai saat ini belum berhasil ditiru oleh susu formula mana pun yaitu terdapatnya zat alpha-lac (alphalactalbumin) yang dapat mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker dalam tubuh anak. Bayangkan seandainya zat tersebut telah berhasil diteliti, diproduksi, dan ditambahkan ke dalam susu formula, berapa harga jual susu formula itu nanti? Namun, Tuhan memberikannya gratis bagi bayi-bayi ciptaan-Nya.

ASI adalah karunia Tuhan yang menjadi hak setiap bayi di muka bumi ini. Seorang ibu berkewajiban sekaligus berhak untuk memberikan yang terbaik bagi bayinya. Bahkan terapi bagi ibu dengan produksi ASI yang sedikit pun dibuat-Nya menjadi mudah. Hanya dengan berpikir positif bahwa dirinya sanggup memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak, sang ibu akan berhasil menjalankan tugasnya menyusui eksklusif.

MANFAAT ASI: IBU SEHAT, BAYI KUAT
Dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, sederet manfaat akan didapat oleh bayi ataupun sang ibu. Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur apa pun termasuk air bening, vitamin, dan obat. Bayi yang sakit dan terpaksa harus diberi obat berarti sudah tidak mendapat ASI eksklusif lagi. Namun, harap dipahami, pada dasarnya dalam 6 bulan pertama kehidupannya bayi yang mendapatkan ASI eksklusif secara benar kecil kemungkinannya mengalami sakit-penyakit. Zat antibodi yang terkandung dalam ASI sedemikian sempurna sehingga bisa membentengi bayi dari penyakit apa pun.

Satu hal yang harus diyakini terlebih dulu adalah tiap ibu pasti bisa memberikan ASI untuk bayinya. Tuhan Yang Maha Pemurah telah menciptakan mekanisme produksi ASI begitu rupa sehingga semua bayi pada dasarnya bisa memperoleh haknya. Kendala-kendala yang muncul bisa diatasi jika persiapan yang dilakukan dan teknik pemberiannya benar.

MANFAAT ASI BAGI BAYI
Pemberian ASI secara eksklusif (tidak dicampur apa pun selama 6 bulan berturut-turut) memberikan sederet manfaat:
* Kesehatan
Kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI tetap ampuh di segala zaman. Oleh karenanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih sehat dan lebih kuat dibanding yang tidak mendapat ASI. ASI juga mampu mencegah terjadinya kanker linfomamaligna (kanker kelenjar). ASI juga menghindarkan anak dari busung lapar, seperti yang marak belakangan ini. Komponen gizi ASI adalah yang paling lengkap, mencakup protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan zat-zat penting lain yang belum terungkap. Apalagi ASI adalah cairan hidup yang mampu diserap dan digunakan tubuh dengan cepat. Manfaat ini tetap dapat diperoleh meskipun ibunya berstatus kurang gizi.
* Kecerdasan
Manfaat berikutnya adalah mencerdaskan anak. Dalam ASI terkandung DHA terbaik selain laktosa yang berfungsi untuk proses mielinisasi otak. Seperti diketahui, mielinisasi otak adalah salah satu proses pematangan otak agar bisa berfungsi optimal. Saat ibu memberikan ASI terjadi pula proses stimulasi yang merangsang terbentuknya networking antarjaringan otak hingga menjadi lebih banyak dan terjalin sempurna. Ini terjadi melalui suara, tatapan mata, detak jantung, elusan, pancaran dan rasa ASI.
* Emosi
Saat disusui bayi berada dalam dekapan ibu. Ini akan merangsang terbentuknya EI (Emotional Intelligence). Selain itu ASI merupakan wujud curahan kasih sayang ibu kepada buah hatinya. Doa dan harapan yang didengungkan di telinga anak selama proses menyusui pun akan mengasah kecerdasan spiritual anak.

MANFAAT MEMBERIKAN ASI UNTUK IBU
* Diet alami

ASI eksklusif adalah diet alami bagi ibu. Dengan memberikan ASI eksklusif berat badan ibu yang bertambah selama hamil akan segera kembali mendekati berat semula. Naiknya hormon oksitosin selagi menyusui menyebabkan kontraksi semua otot polos, termasuk otot-otot rahim. Karena berlangsung terus-menerus nilainya kurang-lebih sama dengan senam perut. Begitu juga aktivitas bangun malam untuk menyusui si kecil yang haus dan mengganti popok basahnya yang setara dengan berolahraga. Belum lagi berbagai kegiatan yang dilakukan di siang hari seperti menggendong, memberi makan, mengajak bermain, dan sebagainya.
* Mencegah kanker
Jangan salah, ASI bisa mencegah kanker, khususnya kanker payudara. Pada saat menyusui hormon estrogen mengalami penurunan. Tanpa aktivitas menyusui kadar hormon estrogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron.
* Mengurangi risiko anemia
Saat memberikan ASI otomatis risiko perdarahan pascabersalin berkurang. Naiknya kadar hormon oksitosin selama menyusui akan menyebabkan semua otot polos mengalami kontraksi. Kondisi inilah yang mengakibatkan uterus mengecil sekaligus menghentikan perdarahan. Harap diketahui, perdarahan yang berlangsung dalam tenggang waktu lama merupakan salah satu penyebab anemia.
* Manfaat ekonomis
Dengan menyusui ibu tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli susu/suplemen bagi si kecil. Cukup dengan ASI eksklusif kebutuhan bayi selama 6 bulan terpenuhi dengan sempurna selain ibu tak perlu repot-repot mensterilkan aneka peralatan untuk memberikan susu kepada si kecil.

No comments: